Surakarta, 23 Juli 2025 — Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke tiga lokasi yang diduga menjadi fasilitas nuklir utama milik Iran, Senin dini hari waktu setempat. Langkah ini diambil setelah kedua negara menuduh Iran meningkatkan aktivitas pengayaan uranium yang dinilai berpotensi membahayakan stabilitas kawasan.
Dalam pernyataannya, Pentagon menyebut bahwa ketiga lokasi yang diserang merupakan bagian dari infrastruktur penting program nuklir Iran. Serangan ini diklaim dilakukan secara tepat sasaran dan tidak menyasar warga sipil.
“Langkah ini kami ambil bersama Israel untuk mencegah ancaman nuklir yang bisa membahayakan keamanan global,” ujar Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin.
Iran langsung mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk agresi militer yang melanggar hukum internasional. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani, mengatakan bahwa negaranya berhak untuk membalas dan akan mengambil tindakan yang diperlukan.
“Ini adalah pelanggaran terhadap kedaulatan kami. Iran tidak akan tinggal diam,” tegas Kanaani dalam konferensi pers di Teheran.
Dari pihak Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa operasi gabungan ini dilakukan demi melindungi keamanan nasional mereka di tengah meningkatnya ancaman dari Iran.
Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau kerusakan yang ditimbulkan. Sementara itu, Dewan Keamanan PBB direncanakan menggelar sidang darurat dalam waktu dekat untuk membahas eskalasi ketegangan ini

Komentar
Posting Komentar